Selasa, 25 Agustus 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 43-45
Yeremia 44:5 (TB)
“Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikan supaya berbalik dari kejahatan mereka dan tidak membakar korban lagi kepada allah lain.”
Ada perbedaan besar antara mendengar suara Tuhan dan mau mendengarkan Tuhan. Bangsa Israel telah berulang kali menerima teguran dan peringatan dari Tuhan melalui para nabi. Mereka tahu apa yang Tuhan kehendaki, tetapi mereka memilih untuk tidak memperhatikan dan tidak berbalik dari jalan yang salah.
Sering kali masalah terbesar dalam hidup kita bukan karena Tuhan tidak berbicara, tetapi karena hati kita tidak mau mendengar. Kita bisa membaca firman, mendengar khotbah, bahkan mengetahui mana yang benar, tetapi tetap memilih kehendak sendiri.
1. Jangan biarkan hati menjadi keras
Hati yang keras membuat seseorang mampu mendengar teguran tanpa mengalami perubahan. Firman Tuhan seharusnya bukan hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi cermin yang menolong kita melihat kehidupan kita dengan jujur.
2. Ketaatan membutuhkan keberanian untuk berbalik
Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk menyadari kesalahan, tetapi untuk berbalik. Pertobatan berarti meninggalkan jalan yang salah dan kembali kepada Tuhan. Mungkin tidak mudah, tetapi langkah kecil dalam ketaatan dapat menjadi awal pemulihan yang besar.
3. Jangan menunda ketika Tuhan sedang berbicara
Tidak semua teguran Tuhan adalah hukuman. Banyak kali teguran adalah bentuk kasih-Nya agar kita tidak semakin jauh. Ketika Tuhan menunjukkan sesuatu yang harus diperbaiki, jangan mengeraskan hati. Segeralah merespons.
Renungan hari ini:
Adakah sesuatu yang Tuhan sudah tegur berulang kali dalam hidup kita, tetapi masih kita abaikan? Jangan tunggu sampai akibatnya menjadi lebih berat. Lembutkan hati, dengarkan suara-Nya, dan berbaliklah kepada-Nya.
Doa:
“Tuhan, lembutkan hatiku agar aku tidak hanya mendengar firman-Mu, tetapi juga mau menaati-Nya. Tunjukkan kepadaku jalan yang harus kutinggalkan dan berikan keberanian untuk berbalik kepada-Mu. Jangan biarkan hatiku menjadi keras terhadap teguran-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.”
Pesan:
Jangan hanya meminta Tuhan berbicara; mintalah hati yang mau mendengarkan dan taat ketika Dia berbicara. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar