Minggu, 16 Agustus 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 16-18
Yeremia 18:6 (TB)
"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!"
Ada kalanya kita merasa hidup kita tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Rencana berubah, pintu tertutup, proses terasa berat, bahkan kita mungkin bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau membiarkan aku mengalami semua ini?”
Yeremia 18:6 mengingatkan kita bahwa kita seperti tanah liat di tangan tukang periuk. Tanah liat tidak menentukan sendiri bentuk akhirnya. Sang penjunanlah yang membentuk, menekan, merapikan, dan mengerjakannya sampai menjadi sesuatu yang indah dan berguna.
1. Tuhan berhak membentuk hidup kita
Tuhan berkata, “Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku.”
Ini berarti hidup kita bukan berada di tangan keadaan, manusia, atau kebetulan. Kita berada di tangan Tuhan.
Ketika Tuhan mengizinkan kita melewati proses tertentu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Tuhan sedang meninggalkan kita. Bisa jadi Tuhan sedang membentuk sesuatu dalam diri kita yang belum kita mengerti hari ini.
2. Proses pembentukan terkadang tidak nyaman
Tanah liat harus ditekan, diputar, dan dibentuk sebelum menjadi sebuah bejana.
Demikian juga kehidupan kita. Ada proses yang terasa menekan, tetapi justru melalui proses itu Tuhan sedang membentuk karakter, iman, kesabaran, dan ketergantungan kita kepada-Nya.
Jangan hanya melihat rasa sakit dari prosesnya. Lihatlah tangan Tuhan yang sedang bekerja di balik proses tersebut.
3. Jangan melawan tangan Sang Penjunan
Tanah liat yang keras sulit dibentuk. Demikian pula hati yang terus mempertahankan kehendaknya sendiri akan sulit menikmati pekerjaan Tuhan.
Kadang Tuhan ingin mengubah arah kita, tetapi kita bersikeras mempertahankan rencana sendiri. Kadang Tuhan meminta kita melepaskan sesuatu, tetapi kita terus menggenggamnya.
Hari ini Tuhan mengajak kita berkata:
“Tuhan, bentuklah aku sesuai kehendak-Mu.”
Kita mungkin belum memahami bentuk akhir yang Tuhan sedang kerjakan. Tetapi kita dapat percaya kepada tangan-Nya.
Penutup
Jangan takut ketika hidup sedang berada dalam proses. Tanah liat yang berada di tangan penjunan memiliki masa depan.
Demikian juga kita. Selama hidup kita berada di tangan Tuhan, proses yang sedang kita jalani tidak sia-sia.
Mungkin hari ini kita merasa sedang dihancurkan, padahal Tuhan sedang membentuk.
Mungkin kita merasa sedang ditekan, padahal Tuhan sedang menguatkan.
Mungkin kita merasa semuanya berantakan, padahal Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru.
Percayalah kepada Sang Penjunan. Dia tahu bentuk terbaik yang harus lahir dari hidup kita.
Doa:
Tuhan, aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Bentuklah aku sesuai kehendak-Mu. Ketika proses terasa berat, berikan aku kesabaran untuk tetap percaya. Lembutkan hatiku agar aku tidak melawan pekerjaan-Mu. Biarlah melalui setiap proses, hidupku semakin mencerminkan kehendak dan kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar