Iri Hati



Selasa, 7 Juli 2020

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 13-15

Amsal 14:30 (TB)  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Iri hati menurut KBBI artinya merasa kurang senang hati melihat kelebihan orang lain (kurang beruntung dsb); cemburu; sirik; dengki. Sedangkan wikipedia mendiskripsikan iri hati adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan—baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya—menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangan.

Tetapi dalam kehidupan sehari-hari hanya sedikit yang iri hati melihat kesuksesan, kelebihan, prestasi atau milik orang lain. Yang sebenarnya banyak terjadi tetapi tanpa disadari adalah ...

1. Iri hati melihat orang lain lebih diperhatikan.
Dalam kehidupan berjemaat, mungkin pernah mengalami rasa iri melihat orang lain lebih dilayani atau diperhatikan oleh pemimpin, gereja atau hamba Tuhan.

2. Iri hati melihat orang lain dipercayakan lebih banyak.
Ada pula yang merasa mampu tetapi kurang dipercaya. Sedangkan ia melihat orang lain yang kurang bertalenta tetapi mendapat banyak kepercayaan. Kenyataan ini bisa menimbulkan iri hati.

3. Iri hati melihat orang lain santai sedangkan diri kita banyak dituntut.
Ini yang sering terjadi karena terlalu berharap orang lain menjadi seperti kita. Akibatnya bisa merasa bekerja seorang diri, tanpa dukungan, mengeluh, merasa kering dan akhirnya mundur dari pekerjaan atau pelayanan. Misalnya dalam pelayanan seorang aktifis yang bekerja keras merasa iri kepada leader yang kurang bekerja keras. Mereka menuntut bahwa leader harus menjadi contoh dan melayani lebih daripada mereka.

Dalam perumpamaan anak yang hilang seringkali anak sulung kurang diekspos. Yang sesungguhnya terjadi adalah anak sulung merasa iri hati terhadap adiknya. Ia yang selama ini bekerja keras dan kehidupannya saleh, merasa kurang diperhatikan atau kurang diapresiasi oleh bapanya. Sedangkan adiknya yang berfoya-foya dan menghabiskan harta bapanya justru dikasihi bahkan dibuat pesta besar ketika pulang ke rumah.

Seseorang yang iri hati sesungguhnya menunjukkan bahwa ia masih anak-anak, belum dewasa rohani. Coba perhatikan kehidupan anak-anak yang masih sering iri hati kepada saudaranya, temannya dan sebagainya. Tetapi orang yang dewasa rohani bukan melihat orang lain, sebab pekerjaan dan pelayanan adalah tanggung jawab pribadi di hadapan Tuhan. Siapa yang giat melayani Tuhan akan menerima upah untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain.

Amsal 14:30 (TB)  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Akibat iri hati akan membusukkan tulang, artinya menghilangkan semangat sampai akhirnya malas, merasa jenuh dan kering sehingga akhirnya mundur dari pelayanan. Sedangkan hati yang tenang (teguh), tetap melakukan pekerjaan dan pelayanan dengan setia akan tetap segar dan tidak merasa kering sebab ia melayani Tuhan, bukan melayani manusia.


Akhirnya marilah kita renungkan diri kita masing-masing, apakah masih ada rasa iri hati? Jika masih marilah kita menyadari bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri di hadapan Tuhan. Jangan lihat orang lain supaya kita tidak kecewa. Tetaplah setia dan lakukan tugas panggilan kita di hadapan Tuhan. Pada akhir hidup, kita akan menerima mahkota kemuliaan dari Tuhan berdasarkan jerih lelah kita bagi pekerjaan Tuhan. Haleluya, Tuhan memberkati. (Ps.BW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages