Jauh Di Mata Dekat Di Hati

 



Kamis, 7 Desember 2023


Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tesalonika 1-5


1 Tesalonika 2:17 (TB)  Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.


Paulus memiliki hubungan yang sangat dekat dengan jemaat di Tesalonika. Bahkan ketika ia berada jauh dari Tesalonika, ia bisa berkata "meskipun jauh di mata tetapi tidak jauh di hati". Paulus selalu mempunyai kerinduan yang besar untuk datang berusaha menjenguk jemaat di Tesalonika.


Perasaan jauh di mata dekat di hati, hendaklah kita miliki dalam kehidupan berjemaat, antara pelayan Tuhan dan jemaat maupun jemaat satu dengan yang lain. Dengan perasaan demikian memungkinkan kita menjaga kesatuan dan kekuatan dalam jemaat.


Memang kita bisa bersama-sama setiap hari, tetapi kita harus memiliki:


1. Rasa dekat di hati


Perasaan ini membangkitkan keakraban satu dengan yang lain. Terlebih komunikasi di masa kini tidak selalu harus bertemu, tetapi dengan mudah bisa berkirim pesan maupun telepon online. Perasaan dekat di hati menyebabkan kita tidak akan menjauh dari jemaat (gereja) karena menyadari bahwa diri kita adalah bagian darinya. Perasaan dekat di hati menyebabkan kita percaya dan nyaman ketika bersama-sama dalam gereja.


2. Rindu selalu bertemu


Perasaan rindu selalu bertemu akan menggerakan setiap jemaat untuk setia dan aktif baik dalam ibadah maupun pelayanan. Kita akan selalu mengharapkan segera datang hari minggu atau hari persekutuan sehingga bisa bertemu dengan jemaat yang lain. Perasaan rindu selalu bertemu jemaat akan membuat jemaat stabil dalam pertumbuhan dan erat dalam persekutuaan satu dengan yang lain.


Jemaat mula-mula di Kisah Para Rasul menghidupi rasa dekat di hati dan selalu rindu bertemu. Itulah sebabnya mereka berkumpul tiap-tiap hari di Bait Allah dan di rumah masing-masing.


Kisah Para Rasul 2:46-47 (TB)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


Marilah kita terus membangun perasaan dekat di hati dan selalu rindu bertemu dengan jemaat agar gereja kita menjadi gereja yang hidup, sehat, bertumbuh dan berbuah. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages