Jangan Memandang Ringan Apa yang Kudus Bagi Tuhan


Minggu, 6 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 22-24

“Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan.”
— Yehezkiel 22:8 (TB)

Tuhan menegur umat-Nya karena mereka memandang ringan hal-hal yang kudus. Sesuatu yang seharusnya dihormati dan dikhususkan bagi Tuhan justru diperlakukan sembarangan.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan bersama Tuhan tidak boleh dijalani dengan sikap asal-asalan. Ada hal-hal yang Tuhan kuduskan, dan kita dipanggil untuk menghormatinya.

1. Jangan menganggap remeh kekudusan Tuhan

Ketika kita mulai terbiasa dengan perkara rohani, kita bisa kehilangan rasa hormat kepada Tuhan. Ibadah, doa, firman, dan pelayanan dapat menjadi rutinitas tanpa hati yang sungguh-sungguh.

Yang kudus tetap kudus, meskipun kita sudah terbiasa dengannya.

2. Kuduskan waktu yang Tuhan berikan

Hari Sabat dalam ayat ini menunjukkan pentingnya menghormati waktu yang dikhususkan bagi Tuhan. Kita membutuhkan waktu untuk berhenti dari kesibukan, datang kepada Tuhan, beribadah, mendengarkan firman, dan memulihkan hubungan kita dengan-Nya.

Jangan sampai kita selalu punya waktu untuk pekerjaan, hiburan, dan berbagai urusan, tetapi merasa tidak punya waktu untuk Tuhan.

3. Hormati hadirat dan perkara Tuhan

Ketika kita datang beribadah, jangan hanya hadir secara fisik. Biarlah hati kita juga hadir di hadapan Tuhan.

Tuhan tidak mencari sekadar kehadiran kita, tetapi hati yang menghormati-Nya.

4. Kekudusan dimulai dari hati

Menghormati perkara kudus bukan hanya soal apa yang kita lakukan di gereja. Kekudusan harus terlihat dalam perkataan, pikiran, keputusan, pekerjaan, keluarga, dan cara kita memperlakukan sesama.

Jangan biarkan sesuatu yang kudus menjadi biasa hanya karena kita terlalu sering melihatnya.

Doa:

Tuhan, ampuni kami jika selama ini kami sering memandang ringan perkara-perkara yang kudus. Ajarlah kami memiliki hati yang takut akan Engkau dan menghormati setiap hal yang Engkau kuduskan. Tolong kami untuk menyediakan waktu bagi-Mu, menghormati hari yang kami khususkan bagi-Mu, dan hidup dalam kekudusan setiap hari. Biarlah hidup kami menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

Renungkan:

Apakah akhir-akhir ini aku masih sungguh-sungguh menghormati Tuhan, waktu bersama Tuhan, ibadah, dan perkara-perkara yang kudus?

Jika renungan ini memberkati Anda, jangan hanya membacanya—praktikkanlah. Mulailah kembali menyediakan waktu yang terbaik bagi Tuhan dan menghormati apa yang kudus bagi-Nya. Selamat hari Minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages