Jangan Menoleh Ke Belakang

Selasa, 7 Januari 2025

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 19-21

Kejadian 19:17 (TB)  Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." 

Ketika Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora, Ia mengingatkan agar Lot, istri dan anak-anaknya jangan menoleh ke belakang, jangan berhenti dan terus lari sampai ke suatu tempat yang Tuhan ijinkan. Semula mereka disuruh lari ke pegunungan, tetapi Lot menawar agar di kota kecil saja yaitu Zoar ... itupun Tuhan ijinkan.

Tetapi istri Lot melanggar perintah Tuhan.
Kejadian 19:26 (TB)  Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.  

Sodom dan Gomora dimusnahkan dengan hujan belerang. Ketika istri Lot menoleh ke belakang maka ia menjadi tiang garam. Tiang garam yang dimaksud istri Lot tertimbun hujan belerang juga.

Renungan pagi ini akan membahas mengenai "menoleh ke belakang".

1. Menoleh ke belakang artinya kembali hidup seperti masa lalu sebelum pertobatan.

Ada orang-orang yang setelah bertobat kembali melakukan dosa-dosa seperti sebelumnya. 

2 Petrus 2:20-22 (FAYH)  Apabila orang terlepas dari kecemaran dunia karena mengenal Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, lalu mereka jatuh lagi ke dalam dosa serta menjadi hamba dosa itu, maka mereka lebih celaka daripada sebelumnya.
Lebih baik mereka tidak pernah mengenal Kristus daripada mengenal Dia, tetapi kemudian mengingkari perintah-perintah-Nya yang kudus.
Ada peribahasa yang mengatakan: "Anjing memakan muntahnya dan babi yang sudah dimandikan berkubang lagi di dalam lumpur. " Peribahasa ini cocok bagi orang-orang yang kembali kepada dosa mereka.

2. Menoleh ke belakang artinya masih sayang atau belum rela meninggalkan kenikmatan duniawi.

Rasa sayang atau belum rela ini suatu saat akan menjadi pintu masuk iblis dan pencobaan untuk menjatuhkannya di kemudian hari. Di saat galau, kecewa, marah atau kesepian ... iblis akan menawarkan kenikmatan duniawi untuk menghibur dan memberikan kebahagiaan semu. 

Sebab itu bertobatlah sungguh-sungguh, kita harus membenci perbuatan dosa di masa lalu agar jangan jatuh lagi ke dalamnya.

Di awal tahun 2025, Tuhan mengingatkan agar kita memandang ke depan dan meninggalkan masa lalu.

Filipi 3:13-14 (TB)  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Imanuel, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages